Ciri-Ciri Perilaku Hemat
18/02/2010 at 01:08 Tinggalkan Komentar
Artikel buat anak-anak Saleh dan Salehah!
Jangan besar pasak daripada tiang. Itulah salah satu semboyan hidup hemat. Ungkapan yang indah dan berarti. Sebuah isyarat agar hidup berhati-hati. Isyarat agar tidak hidup boros. Pengeluaran jangan lebih besar daripada penghasilan.
Pernahkah kamu mendengar istilah hemat? Istilah hemat ini sangat sering dibicarakan. Apalagi oleh orang-orang dewasa. Apakah anak-anak harus mengetahuinya? Benar! Anak-anak juga harus mengetahuinya. Agar ketika dewasa sudah memahaminya. Apa ciri-ciri perilaku hemat? Simak penjelasan berikut ini!
Perilaku hemat dapat dilihat berdasarkan beberapa kebiasaan. Perilaku hemat dapat diamati melalui beberapa ciri, di antaranya seperti berikut.
1. Berhati-hati dalam Membelanjakan Harta
Orang yang hemat dapat menjaga harta. Harta adalah barang yang dimiliki termasuk uang. Orang yang hemat tidak sembarangan membelanjakan harta. Kebutuhan pokok selalu diutamakan.
Orang yang hemat tidak menuruti hawa nafsu. Tidak semua barang yang diinginkan lantas dibelinya. Jika barang itu sangat penting, barulah dibeli. Akan tetapi, jika kurang penting, dia tidak membelinya.
Orang yang hemat selalu berhati-hati. Jika akan berbelanja, dia selalu penuh perhitungan. Dia mencatat barang yang akan dibelinya. Dia tidak mau susah karena kehabisan uang.
Orang yang hemat selalu pandai menabung. Uang sisa belanja tidak digunakan untuk berfoya-foya. Dia menyimpannya untuk waktu yang akan datang. Siapa tahu besok atau lusa keadaan darurat. Bagaimana seandainya tiba-tiba perlu biaya banyak untuk berobat? Jika punya simpanan, maka tidak akan kerepotan.
2. Cermat dalam Memanfaatkan Tenaga
Hemat bukan hanya dalam harta. Orang yang hemat juga memelihara tenaganya. Dia berusaha cermat menggunakan tenaga. Tenaganya hanya digunakan untuk hal yang bermanfaat. Tenaga hanya digunakan untuk hal yang baik. Misalnya, digunakan untuk belajar atau bekerja.
Tenaga jangan digunakan untuk hal sia-sia. Orang yang hemat tidak akan menyia-nyiakan tenaga. Dia tidak menghamburkan tenaga. Misalnya, tenaga tidak digunakan hanya untuk bermain-main.
Tenaga dihasilkan dari makanan, sedangkan makanan didapatkan dengan bekerja. Mendapatkan makanan tidaklah mudah. Maka tenaga yang dihasilkan dari makanan harus bermanfaat. Tenaga harus dapat menghasilkan sesuatu yang berguna.
3. Teliti dalam Berpikir
Pikiran merupakan modal utama. Mencari harta menggunakan pikiran. Menggunakan tenaga harus dipikirkan. Cara yang dilakukan harus benar. Benar dan salah diketahuinya oleh pikiran.
Bersih pikiran akan membuat hidup sehat. Orang hemat selalu teliti dalam berpikir. Tidak memikirkan hal yang sia-sia. Tidak memikirkan hal yang tidak berguna. Pikiran tidak digunakan untuk kedengkian. Pikiran tidak digunakan untuk kejahatan. Pikiran tidak digunakan untuk kesesatan.
Memikirkan hal kotor akan membebani pikiran. Akan mengakibatkan cape di badan. Misalnya, pikiran digunakan untuk marah-marah, otak cape badan pun cape. Manfaatnya tidak ada, bahkan dosa yang akan diterima.
Berpikir untuk kemaslahatan diri akan lebih berarti. Berpikir untuk kemaslahatan keluarga akan bermakna. Berpikir untuk kemaslahatan bangsa juga akan berguna.
Itulah perilaku orang hemat dalam berpikir. Dalam pikirannya bertumpuk bermacam-macam kebaikan. Banyak rencana untuk keselamatan. Segala seuatu dipikirkan dengan hati-hati. Dipikirkan untung ruginya. Dipikirkan benar salahnya. Tidak sembarang dalam mengambil keputusan. Segala tindakan dipikirkan matang-matang. Dia tidak ingin menyesal di kemudian hari.
4. Mampu Mengatur Waktu
Waktu merupakan faktor pendukung dalam hidup. Orang yang hemat berusaha mengatur waktunya. Segala tindakannya direncanakan.
Mengisi waktu untuk belajar itu tindakan tepat. Mengatur waktu untuk mencari ilmu sangatlah bagus. Memanfaatkannya untuk bekerja juga tindakan hemat. Jika hanya diam itulah yang sia-sia.
Ada pepatah mengatakan, “Waktu bagaikan pedang, jika tidak pandai menggunakannya, maka kamu akan dipotongnya”. Oleh karena itu, menghemat waktu adalah tindakan hebat.
Sekali-sekali bermain mencari hiburan itu tidak dilarang. Badan kita juga perlu istirahat. Orang hemat menggunakan waktunya dengan tepat. Waktu belajar digunakan untuk belajar. Waktu bermain digunakan untuk bermain. Waktu bekerja digunakan untuk bekerja. Waktu istirahat digunakan untuk istirahat.
Hemat waktu bukanlah menggunakannya serba singkat. Akan tetapi, mengisinya secara tepat.
Entry filed under: Tips Kehidupan. Tags: Akhlak Mahmudah, Hemat, Hemat Harta, Hemat Pikiran, Hemat Tenaga, Hemat Waktu, Perilaku Terpuji.


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed