Ciri-Ciri Perilaku Tekun

07/03/2010 at 00:48 14 komentar

ARTIKEL KHUSUS UNTUK ANAK SD, ORANG DEWASA JANGAN IKUT BACA!!! :-)

Sebuah pepatah mengatakan, “hidup adalah perjuangan”. Ya, memang benar, hidup harus diperjuangkan. Hidup jangan hanya tinggal diam. Jika kamu punya keinginan, berusahalah untuk meraihnya.

Semua orang punya cita-cita. Setiap orang punya harapan. Setiap orang punya keinginan. Apakah semua orang dapat mencapai cita-citanya? Apakah setiap orang dapat menggapai harapannya? Apakah semua orang dapat meraih keinginannya? Semua itu bergantung pada kesungguhannya. Semuanya bergantung pada ketekunannya.

Seseorang yang tekun, insya Allah dia sukses. Cita-cita, harapan, dan keinginannya akan tercapai. Lantas apa cirinya seseorang disebut tekun? Untuk menjawab pertanyaan itu, simak penjelasan berikut ini!

Orang yang tekun memiliki ciri tersendiri. Ciri yang membedakannya dari orang lain. Ciri yang sudah menjadi kebiasaannya. Ciri-ciri yang dimaksud di antaranya:

1. Menyukai Tantangan

Orang yang tekun akan berani menghadapi tantangan. Dia tidak takut menghadapi kesulitan. Apa pun risiko tindakannya, dia berani menghadapinya.

Misalnya, ada tawaran untuk belajar di Jepang. Tawaran tersebut datangnya dari pemerintah. Syaratnya harus menyelesaikan 100 soal bahasa Inggris. Soal tersebut harus dikerjakan selama 30 menit. Jika mampu, maka ia lulus dan tes itu gratis. Jika tidak mampu, maka tidak lulus. Selain itu, harus membayar biaya tes kepada pemerintah. Maka, orang yang tekun akan berani mengambilnya. Dia akan berani mengambil risiko denda. Demi harapan untuk bisa belajar di Jepang.

2. Giat dalam Belajar dan Bekerja

Setiap orang mempunyai keinginan. Misalnya, kamu ingin menjadi juara 1. Apakah keinginan ini mudah untuk meraihnya? Apakah dapat dicapai tanpa belajar? Apakah dapat terwujud tanpa usaha? Tentu tidak!

Semua keinginan harus diperjuangkan. Semua harapan harus diusahakan. Diwujudkan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Seorang murid harus belajar dengan sepenuh kemampuan. Setiap tugas dan latihan dikerjakan. Dikumpulkan tepat waktu yang ditentukan.

3. Tidak Mudah Menyerah Jika Menghadapi Kesulitan

Tidak setiap usaha itu lancar. Tidak setiap perjuangan itu mulus. Seringkali sebuah usaha itu berbenturan dengan hambatan. Seringkali sebuah perjuang itu menghadapi kesulitan.

Apakah harus mundur jika menghadapi kesulitan. Apakah berhenti berusaha karena ada hambatan? Tidak! Orang yang tekun tidak seperti itu. Orang yang tekun akan selalu berusaha. Orang yang tekun akan terus berjuang. Dia akan mencari cara untuk mengatasi kesulitannya. Dia akan mencari cara menyingkirkan hambatannya.

Misalnya, suatu saat kamu mendapat kesulitan. Kamu menemukan soal matematika yang sangat sukar. Apakah soal itu akan kamu diamkan? Apakah soal itu akan kamu biarkan? Orang yang tekun bukan seperti itu. Orang yang tekun akan terus berusaha. Mungkin dengan mencari buku yang lain. Buku yang menjelaskan cara penyelesaian soal tersebut. Atau mungkin juga dia bertanya. Menanyakan cara penyelesaian soal yang dihadapinya. Bukan menanyakan jawabannya.

4. Selalu Besar Harapan dan Tidak Berputus Asa

Suatu saat mungkin kita mengalami kegagalan. Usaha yang sudah dikerjakan tidak ada hasilnya. Padahal sudah diusahakan dengan sungguh-sungguh. Apakah lantas kita menyerah pada keadaan? Apakah harus menyesal dan berputus asa? Bukan, bukan begitu caranya!

Ketika mengalami kegagalan, tetaplah berharap. Di balik kegagalan itu pasti ada hikmahnya. Mungkin Allah ingin memberi yang lebih baik.

Ada sebuah cerita tentang seseorang. Sebutlah namanya Pak Mahmud. Suatu hari Pak Mahmud akan pergi ke Jerman. Dia mendapat panggilan kerja di sana. Persyaratan sudah dilengkapinya. Semua perbekalan sudah siap. Dia sudah membeli tiket pesawat untuk ke sana.

Berangkatlah Pak Mahmud ke bandara. Akan tetapi, jalanan sangat macet. Biasanya perjalan ke bandara ditempuh dalam satu jam. Saat itu dalam tiga jam belum sampai juga. Akhirnya Pak Mahmud ketinggalan pesawat. Dia gagal berangkat hari itu.

Apakah Pak Mahmud menyesal? Apakah dia berputus asa? Apakah dia marah-marah? Tidak! Pak Mahmud bersabar. Dia yakin bahwa itu kehendak Allah. Dia yakin segala sesuatu pasti ada hikmahnya.

Pak Mahmud pun akhirnya pulang. Dia harus menunggu pemberangkatan tiga hari kemudian. Sesampainya di rumah, dia duduk santai. Kemudian menyalakan televisi dan menontonnya.

Ketika asyik menonton, dia dikejutkan sebuah berita. Ternyata pesawat yang akan dinaikinya tadi mengalami kecelakaan. Semua penumpangnya meninggal dunia. “Innālillāhi wa innā ilaihi rājiūn, terima kasih ya Allah, Engkau telah selamatkan aku kata Pak Mahmud.

5. Selalu Berusaha Untuk Menjadi Lebih Baik

Orang tekun tidak mudah puas dengan keberhasilannya. Dia selalu berusaha untuk lebih baik. Jika dikritik oleh orang lain, dia bersyukur. Dia senang ada orang yang memperhatikannya. Dia jadikan kritikan itu sebagai modal. Dia jadikan sebagai bahan perbaikan diri.

Entry filed under: Tips Kehidupan. Tags: , , , .

Tips Membangun Rasa Percaya Diri Daftar di GeoString Langsung Dapat $10

14 Komentar Add your own

  • 1. T. Wahyudi  |  07/03/2010 pada 12:28

    gak jadi baca deh… kan khusus anak SD he…

    Balas
    • 2. Vidzas Erdien  |  07/03/2010 pada 12:46

      Heuheuheu… heuheu… Iya Mas!
      Memang postingan ini saya khususkan buat anak-anak SD, sebagai pelengkap materi Buku yang sedang saya susun. :-)

      Kalo orang-orang dewasa mah pasti udah pada pinter tuh!

      Balas
  • 3. candradot.com  |  07/03/2010 pada 13:58

    langsung pergi ah.
    kan buat anak SD hehehe

    Balas
    • 4. Vidzas Erdien  |  07/03/2010 pada 14:08

      Monggo Mas! Mas candra kan udah pinter. Kecuali kalo Putra-putri Mas Candra, boleh dah :-)

      Balas
  • 5. evan  |  07/03/2010 pada 17:08

    tetep dibaca donk … dipahami, dimengerti, tinggalkan komeng, lalu pergi .. hahahaha ,,,

    Balas
    • 6. Vidzas Erdien  |  07/03/2010 pada 17:12

      OK Mas Evan!
      Makasih dah peduli dengan anak-anak SD :-)

      Balas
  • 7. Arief Rizky Ramadhan  |  07/03/2010 pada 18:17

    anak SMP boleh baca ga ?

    Balas
    • 8. Vidzas Erdien  |  07/03/2010 pada 18:18

      Ente dah pinter Rief. Dah tau semua kayaknya :-)

      Balas
  • 9. Ricky  |  07/03/2010 pada 18:29

    Bagus mas, saya sangat suka ciri penutup yang mengatakan bahwa kita harus selalu berusaha menjadi lebih baik. Dan untuk menjadi lebih baik salah satunya yaitu harus berani melakukan banyak kesalahan terlebih dahulu.
    Nice share mas,

    Balas
  • 11. Ahmad Subandono  |  07/03/2010 pada 20:04

    ciri no 1 kayaknya gak cocok buat anak SD pak..masa sih bisa anak SD nyelesaiin 100 soal bahasa Inggris dalam 30 menit? :D

    Balas
    • 12. Vidzas Erdien  |  07/03/2010 pada 20:27

      Itu mah buat anak SD yang udah jenggotan Mas :-)

      Balas
  • 13. suarakelana  |  08/03/2010 pada 00:33

    saya masih SD pak, numpang baca ya….

    Balas
    • 14. Vidzas Erdien  |  08/03/2010 pada 00:49

      Heuheuheu…heuheu… Si Akang mah aya-aya we :) )

      Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


::: Pariwara Mitra PT ABE

FOREDI Gel Herbal Solusi Atasi Ejakulasi Dini | Majakani Tissue Khusus Organ Intim Wanita Dewasa | GASA Gagah Perkasa | Kapsul Herbal Solusi Atasi Impotensi dan Lemah Syahwat | LadyFem Kapsul Herbal Solusi Sehat Reproduksi Wanita dan Pembangkit Gairah Seks Wanita Dewasa

::: Langganan GRATISSS!!!

Buat Sobat-Sobat yang Mo Langganan Artikel Via Email, Silahkan Klik di Sini

:: Paniisan Kang Érdien ::

::: Pariwara Mitra PT ABE

FOREDI Gel Herbal Solusi Atasi Ejakulasi Dini | Majakani Tissue Khusus Organ Intim Wanita Dewasa | GASA Gagah Perkasa | Kapsul Herbal Solusi Atasi Impotensi dan Lemah Syahwat | LadyFem Kapsul Herbal Solusi Sehat Reproduksi Wanita dan Pembangkit Gairah Seks Wanita Dewasa

:: ARSIP VIERDIEN’S BLOG