Aku Jawab Pertanyaan Ini
27/04/2010 at 13:32 12 komentar
Saat blogwalking hari ini, saya mendapati beberapa pertanyaan yang diajukan Kang RajwaRafi dalam sebuah artikelnya. Baiklah saya coba menjawabnya di sini.
1. Selama ini, hidup Anda mungkin pernah merasakan senang… apa Anda yakin akan hidup senang di Akhirat nanti?????
Manusia hanya diminta untuk mengikuti undang-undang Tuhan. Manusia pun diminta untuk selalu berharap akan rahmat Tuhan. Keyakinan akan kebahagiaan di akhirat nanti bukanlah berupa kesombongan. Namun, keyakinan itu semata karena optimisme akan kemurahan hati-Nya.
2. Apa yang Anda ucapkan kapada ibumu, jika Anda tahu bahwa besok pagi Anda akan meninggal??
Rida Tuhan berada dalam rida ibunda. Maka selayaknya apa yang diucapkan kepada ibunda adalah ucapan yang melahirkan kerelaan dan kasih sayangnya.
3. Pernahkah Anda mengenal lebih dalam tentang isi hati ibumu????
Kasih sayang ibunda adalah warna kalbunya. Kerepotannya sejak mengandung, menyusui, hingga membesarkan anaknya senantiasa diwarnai kasih sayang. Doanya selalu mengalir untuk kebahagiaan anaknya. Kedalaman kasih sayangnya tak akan terselami. Kedalaman kasih sayangnya melebihi dalamnya samudera dunia.
4. Sudah berapa kali Anda mengucapkan kata ‘Ach’ kepada ibumu, seumur hidup Anda???
Sejak menyadari bahwa ucapan “Ach” itu adalah suatu yang dilarang Tuhan terhadap orang tua. Seorang anak selayaknya menghindari ucapan tersebut. Apalagi yang lebih celaka dari itu. Walaupun seorang anak terkadang belum bisa berlaku sempurna terhadap kedua orang tuanya, bilkhusus ibundanya.
5. Apa saat ini Anda sudah merasa membuat orang tua Anda bangga??
Orang tua selalu merasa banga terhadap apa yang diraih anaknya. Orang tua senantiasa bangga di kala anak-anaknya bisa hidup dengan bahagia. Maka selayaknya anak berupaya untuk selalu membuat orang tuanya bangga. Walaupun seumur dunia jiwa ini tak akan pernah terpuaskan dengan segala apa yang diupayakan untuk membahagiakan orang tua itu. Semuanya tak bernilai apa-apa di hadapan jasa kedua orang tua.
6. Apakah Anda puas dengan hidup Anda dihari ini?? Tapi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok…
Kunci kebahagiaan dan kekayaan adalah kepuasan menerima apa yang ada digenggaman saat ini. Tanpa kerelaan itu, apa pun yang ada dalam genggaman tangan itu tak kan bernilai, semuanya hampa.
7. Sadarkah dosa apa saja yang telah Anda lakukan kepada Ibumu…?
Manusia ditakdirkan untuk tak lepas dari khilaf dan dosa. Maka tak pantas kiranya jika seorang manusia merasa dirinya tidak berdosa. Apalagi terhadap bunda. Setiap garak langkah manusia itu diliputi dengan dosa. Maka dari itu jungungan hidup kita, Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk memohon ampunan Tuhan 100 kali setiap harinya. Lalu sertai upaya itu dengan memohon maaf dan rida bunda juga orang yang pernah kita berbuat dosa terhadapnya.
8. Pernahkah Anda memikirkan sedikit saja perasaan ibu saat Anda tidak lagi bersamanya??
Kuatnya ikatan kasih sayang bunda membuat jiwa ini selalu terpaut kepadanya. Setiap saat ada kerinduan kepadanya. Di mana pun berada, bunda selalu ada. Bahkan aku yakin bahwa kehidupan ini pun adalah wujud doa dan kasih sayangnya. Maka harapan untuk kebahagiaan bunda selalau ada.
9. Apa Anda diciptakan terlahir didunia ini hanya untuk membuat ibumu menangis?
Bunda memang ditakdirkan untuk menangis. Namun tida setiap tangisannya bermakna kesedihan. Banyak tangisaannya yang bertabur kebahagiaan. Maka aku upayakan untuk membuat bunda menangis karena kebahagiaannya. Walaupun upaya itu tak pernah sempurna di hadapan kasih sayangnya.
10. Pernakah Anda meminta maaf saat Anda berbuat salah kepada ibumu..??
Seorang bunda senantiasa memafkan anaknya, diminta atau pun tidak. Namun, dalam kerelaan itu tak selayaknya anak hanya berdiam diri karena merasa telah terlepas dari dosa terhadap bundanya. Maka setiap ada kesempatan dalan selama kesempatan itu ada, sepantasnyalah untuk selalu memohon maaf dari bunda.
Semua jawaban di atas mungkin Sobat melihatnya begitu normatif. Namun, sesungguhnya iu adalah refleksi jiwa seorang anak yang senantiasa merasakan kaih sayang bunda dan Tuhannya.
Entry filed under: Sekedar Cerita. Tags: Bunda.
12 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
hakim | 28/04/2010 pada 09:12
biasanya kalo ada pertanyaan yang harus dijawab itu tanda2 akan dapet award..mana awardnya mas?
2.
Erdien | 28/04/2010 pada 10:18
Hehehe…. Yang eni mah nggak ada kaitannya am award, cuman refleksi aza Mas
3.
2R | 28/04/2010 pada 10:28
Welehh…Pantesan asa aya nu Ngaganjel yeh, Haturnuhun jawabanana nya Yi….
4.
Erdien | 28/04/2010 pada 11:57
Hehehe… sami-sami Kang
Ayi pan kenging ide jantena ti Akang
5.
ismail | 28/04/2010 pada 10:47
salam kenal mas.. jujur saya tersentuh mendengar jawaban2 anda.
salam..
6.
Erdien | 28/04/2010 pada 11:59
Salam kenal juga Mas Ismail, makasih dah mampir di blog sederhana ini
Makasih juga atas apresiasinya
7.
Ahmad IM-bisnis | 29/04/2010 pada 07:01
lagi2 Ibu adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering
8.
Erdien | 29/04/2010 pada 08:17
Iya Mas Ahmad. Ibu memang layaknya seperti itu. Itulah kiranya mengapa Islam pun begitu mengistimewakan seorang ibu :
9.
Antony 'hihia' Halim | 29/04/2010 pada 22:48
refleksi yang bagus bngt mas erdien. saya jadi terharu dan teringat ibu saya. T_T
ditunggu sharing-sharing lainnya yah mas
10.
Erdien | 30/04/2010 pada 04:35
Syukurlah kalo bermanfaat Mas
Insya Allah…. iya kita saling berasiat aza ya….
11.
iin syah | 05/05/2010 pada 18:22
tulisannya indah nian…
salam Mas, buat ibu-ibu sedunia
12.
Vidzas Erdien | 05/05/2010 pada 23:31
Makasih Mba In
Salam balik dari ibu-ibu sedunia buat Mba In