Terima Kasih Telah Menasihatiku
25/09/2010 at 20:12 22 komentar
Kata-katamu santun
Minyiratkan cahaya kebijakan
Nasihat-nasihatmu menyejukkan kalbu
Meredakan gundah meredam amarahTerima kasih telah menasihatiku Sobat!
Itulah ungkapan yang mampu kusampaikan buat seorang sahabat yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan nasihat yang menyejukkan kalbu. Aku sungguh terbatas dalam kata-kata, tak mampu ungkapkan gejolak rasa terima kasih lebih dari ini.
Memang nasihat itu bukan ditujukan untukku, namun aku serasa menjadi salah seorang yang berada di hadapannya saat itu. Ujian yang terlalu berat mendera kehidupan ini hampir-hampir membuatku lupa segalanya. Padahal aku pun tau bahwa Tuhan tak akan pernah menimpakan ujian di luar batas kemampuan kita. Namun, mungkin kita belum menemukan kekuatan yang sebenarnya sudah tertanam dalam jiwa raga ini.
Kini aku telah disadarkan oleh seorang sahabat. Aku bangkit untuk memperbaiki keadaan ini. Kini aku lebih merasakan arti dari sebuah silaturahmi dan persahabatan
Semoga makin banyak orang yang peduli terhadap sesama, mau saling menasihati, sehingga orang yang mengalami hal seperti yang kualami bisa terselamatkan, Amin!
Entry filed under: Refleksi. Tags: Arti Persahabatan, Nasihat.
22 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
mariasunarto | 25/09/2010 pada 21:41
aku masih ingat , sobat telah menaburkan nasehat yang begitu meneduhkan,ketika aku sangat membutuhkan. sekali lagi terima kasih hanya Tuhanlah yang mampu membalas harga yang setimpal.
2.
Vidzas Erdien | 25/09/2010 pada 21:44
Semoga kita senantiasa mampu saling menasihat dalam kebenaran dan kesabaran Bun, amin!
3.
heryska | 25/09/2010 pada 22:30
makin terasa betapa punya banyak sahabat itu merupakan kebutuhan. Satu musuh terlalu banyak, seribu teman masih kurang.
4.
Vidzas Erdien | 26/09/2010 pada 00:54
Muhun Kang, leres kitu pisan nu karaos ku ayi oge
5.
Octa Dwinanda | 26/09/2010 pada 09:23
memang nasehat bisa tersirat dalah sebuah tulisan…
saya juga merasa dinasehati dengan tulisan ini kang
6.
Erdien | Sundagasik | 26/09/2010 pada 20:25
Sebagai sahabat, saa pun selalu menanti nasihat dari Mas Octa
7.
Abdul Hakim | 26/09/2010 pada 16:51
ke TKP dulu kang……
8.
Erdien | Sundagasik | 26/09/2010 pada 20:24
Mangga Yi
9.
kakve-santi | 26/09/2010 pada 19:57
kadang nasihat itu adalah suatu ilmu yang gratis plus ringan
10.
Erdien | Sundagasik | 26/09/2010 pada 20:24
Iya Mas, eperti itulah adanya
11.
krupukcair | 27/09/2010 pada 09:36
saya seneng maen ke orang yang sudah berkeluarga atau sudah sepuh, ngobrol sambil minta nasehat… hahaha… ilmu gratis…
12.
Erdien | 27/09/2010 pada 10:43
Sehati dong!
Emang banyak pengalaman yang bisa kita timba dari mereka
13.
gerhanacoklat | 27/09/2010 pada 15:39
saling menasehati untuk kebaikan ya mas
14.
Vidzas Erdien | 03/10/2010 pada 08:54
Betul Mba, itu hal yang layak buat kita
15.
Khery Sudeska | 27/09/2010 pada 17:21
Duh, Kang. Kok malah Kang Erdien yang paling tersentuh. Saya jadi nggak enak, hehehe…
Trims sudah kasih apresiasi, Kang. Di lain waktu, saya yang menunggu nasehat dari Kang Erdien…
16.
Vidzas Erdien | 03/10/2010 pada 08:55
Sama-sama Mas, insya Allah selama saya mampu. Sesama muslim memang seharusnya kita saling menasihati
17.
phantomxy | 27/09/2010 pada 22:23
walah, pilihan katanya tinggi banget, jadi gak mudeng bacanya,
tp kalo liat judul sudah seharusnya kita berterimakasih jika dapat nasehat, tapi gak semua nasehat boleh kita terima
18.
Vidzas Erdien | 03/10/2010 pada 08:57
Pilihan terbaik ada di tangan kita, saya setuju dengan itu
19.
Udin Hamd | Blogger 2 Inchi | 28/09/2010 pada 02:44
Kapan terakhir dikau menasihatiku ?
20.
Ceritaku Suka-Suka | 03/10/2010 pada 09:03
Kapan ya? Belum Mas, insya Allah kita akan selalu saling menasihati
21.
Didien® | 01/10/2010 pada 15:55
saling membantu dan mengingatkan,meski tidak pernah berjumpa…meski sekedar tulisan..
mudah²an semakin bersemangt kembali….amin
salam, ^_^
22.
Ceritaku Suka-Suka | 03/10/2010 pada 09:09
Insya Allah kita selalu seperti itu, amin!
Makasih ya